Kamis, 08 Maret 2012

guru membosankan, apa yang akan kamu lakukan?


seringkali kita mendapatkan suatu pelajaran yang seharusnya dibawakan oleh sang guru dengan pembawaan menyenangkan, malah dibawakan dengan monoton, dengan membosankan, seperti sedang membaca koran, begitulah istailah2 yang diberikan oleh rekan2ku tatkala menjumpai seorang guru yang benar2 membosankan.

padahal, seharusnya bukanlah waktunya lagi untuk kita mencela penampilan guru2 kita karena dari merekalah ilmu2 disemai, karena dari mereka pulalah berkah seorang penuntut ilmu akan memancar dari jiwa dan diri kita. ingatlah selalu bahwa rasulullah pernah bersabda bahwasanya dalam suatu majlis ilmu yang di dalamnya disebut nama allah dan rasulnya maka malaikatpun akan menaungi dengan sayapnya dan bergabung ke maklis tersebut dan ingatlah pula bahwa jikalau seseorangmenuntut ilmu maka seluruh makhluk di alam raya ini, yang terbang, melata, yang berenang sekalipun akan mendoakan keberkahan bagi orang tersebut.

setelah kita mengetahui keutamaan2 yang akan digapai seorang penuntut ilmu, apakah dengan begitu kita akan bersemangat untuk meraih ataupuntetap tergoda untuk merasa bosan dan mengabaikan pelajaran dari guru kita?

ingatlah sahabat, suatu kaidah yang amat masyhur(yang artinya)...

lihatlah apa yang dikatakannya, janganlah engkau melihat saiapa yang mengatakannya.

kalau sahabat berpegang teguh pada kaidah ini, maka sahabat pun tidak akan merasa masalah tatkala menghadapi guru2 yang amatlah membosankan karena masih ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan, yaitu...

  1. tidur
  2. menulis artikel
  3. merekam ceramah guru tersebut dengan MP3
  4. membaca buku2 yang bermanfaat
  5. berkhayal, berpikir maupun merenung
  6. tetap memperhatikan guru walauupun terancam dengan jeratan kebosanan

6 opsi di atas adalah rukun2 kebosanan yang merupakan hasil pengamatan penulis selama ini. penulis melihat bahwa banayk dari sahabat2 penulis yang berhasil bertahan bertahan menghadapi badaikebosanan yang dibawa oleh beberapa oknum guru dan ketika penulis mewawancarai mereka, maka penulis pun berhasil mengumpulkan, merangkum, mengolah hingga meringkas2 kembali sehingga terkumpullah dan tersebutlah rukun2 kebosanan di atas.

akhir kata buat guru..
sungguh aku hargai kehadiranmu, mengiringi jalan dan menyinari kehidupanku, sungguh aku bersyukur kedatanganmu, meski terlekat sama duri dan luka padaku...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar